Sahabat

Posted: Oktober 12, 2008 in Renungan

Assalamu’alaikum wr.wb

Kita hidup di dunia ini pada hakikatnya cuma mampir sejenak, di depan sana sedang menunggu kehidupan yang kekal abadi. Pertanyaannya adalah, apakah kita sudah siap bekal untuk kehidupan yang kekal abadi tersebut…???

Seorang bayi ketika masih di alam rahim bertanya pada Allah

Ya Allah untuk apa saya di berikan tangan, kaki, mata, telinga, hidung…??? Hamba susah bergerak Ya Allah, lebih baik saya tidak usah dikasih indera-indera ini biar hamba bisa leluasa bergerak di sini, bayi ini belum tau apa gunanya indera-indera tersebut kelak bila ia sudah terlahir ke alam dunia.Bisa dibayangkan apabila seorang bayi lahir tanpa indera-indera tersebut…???

Begitupun juga manusia yang hidup di alam dunia ini

Ya Allah untuk apa saya mengerjakan shalat,zakat,puasa,haji,dsb…??? Hamba ingin bebas hidup di dunia ini, manusia belum tau apa gunanya kegiatan-kegiatan tersebut kelak bila sudah ada di alam akhirat. Bisa di bayangkan ketika seorang manusia mati tanpa membawa bekal yang cukup buat kehidupan yang kekal abadi di akhirat nanti…???

Pergunaknlah waktu kita dengan sebaik-baiknya, karena waktu tidak akan pernah kembali lagi ke kita.

Ada sebuah cerita, ada tiga orang musafir yang sedang mencari sebuah permukiman penduduk untuk mereka jadikan tempat peristirahatan sementara mereka. Di perjalanan menuju permukiman ketiga orang tersebut melihat banyak sekali batu-batu. Diantara ketiga orang tersebut ada yang mengambil banyak sekali batu, dia berpikir barang kali saja batu ini berguna di saat-saat mendatang. Ada juga yang mengambil sedikit batu, dia berpikir lumayan lah mengambil sedikit batu ini barang kali saja berguna, ada juga yang tidak mengambil sedikitpun batu-batu tersebut, dia berpikir untuk apa saya mengambil batu-batu ini, membuat saya susah di perjalanan saja.

Setelah mereka tiba di sebuah permukiman, ternyata batu-batu tersebut adalah batu mulia yang bila dijual akan berharga sangat mahal. Ketiga orang ini semuanya menyesal, yang membawa banyak batu menyesal kenapa tadi saya tidak mengambil banyak batu-batu tersebut, begitu juga yang membawa sedikit batu, dia sangat meyesal karena hanya membawa sedikit batu. Dan yang merasa sangat menyesal adalah orang yang sama sekali tidak membawa batu tersebut, kalau saya tahu batu ini sangat bernilai harganya, tentu saya akan membawa banyak sekali batu-batu tersebut walaupun saya akan kesulitan dalam perjalanan.

Begitu juga manusia ketika hidup di alam dunia ini, mereka belum tahu apa gunanya ibadah, mengerjakan apa yang diperintahkan oleh Allah dan menjauhi segala larangan-larangannya. Mereka belum tahu apa yang mereka kerjakan di alam dunia ini akan mendapatkan balasan yang sesuai dengan apa yang telah kita kerjakan di dunia.

Maka dari itu janganlah kita menyesal kelak di kemudian hari, pergunakanlah waktu dengan sebaik-baiknya.

Wassalamu’alaikum wr.wb

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s